JawaPos.com – Kepastian keberangkatan umrah ke Tanah Suci sangat dinanti ribuan calon jamaah. Sejauh ini total ada 15.345 orang yang masuk daftar tunggu umrah se-Jawa Timur. Sepertiga dari itu, persisnya 5.148 orang, adalah warga Surabaya. Keberangkatan mereka tertunda akibat pandemi Covid-19.
Kasi Pelaksana Haji dan Umrah Kemenag Kota Surabaya Gatarman menyampaikan, mereka sudah masuk data nomor pendaftar umrah (NPU) di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI. Jumlah itu adalah akumulasi sejak 3 Februari lalu.
Mulai saat itu pemerintah Arab Saudi memang menutup pintu penerbangan jamaah umrah maupun haji. Bahkan, ada juga yang tertunda keberangkatannya sejak 2020. ’’Jadi, saat ini kita menunggu Kemenag pusat,’’ jelas Gatarman Selasa (23/11). Dia menyampaikan, 5.148 calon jamaah umrah Surabaya terdaftar di berbagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU). Mereka tersebar di 48 PPIU se-Surabaya. Sejak Arab Saudi menutup penerbangan umrah untuk mencegah lonjakan Covid-19, mereka tidak bisa berbuat banyak. Pada Januari‒Februari lalu, sejumlah PPIU sudah menyiapkan rencana keberangkatan calon jamaah.
’’Tapi, tidak bisa sampai ke Tanah Suci karena ada penutupan penerbangan,’’ papar Gatarman.
Nah, saat ini Kemenag Surabaya menunggu terbitnya standard operating procedures (SOP) pelaksanaan umrah. Itu dikeluarkan Ditjen PHU Kemenag RI sebagai acuan dalam pelaksanaan umrah pada masa pandemi Covid-19. Dokumen tersebut berisi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. SOP juga mengatur biaya umrah. Baik batas atas maupun batas bawah biaya perjalanan umrah.
SOP juga mengatur teknis pelaksanaan umrah pada masa pandemi. Misalnya, sebelum berangkat, jamaah menjalani skrining berupa pemeriksaan kesehatan. Juga pemeriksaan sertifikat vaksinasi dan tes RT-PCR untuk memastikan jamaah yang berangkat negatif Covid-19. Sebelum masuk Tanah Suci, para jamaah juga diwajibkan untuk menjalani karantina selama tiga hari.
Menurut Gatarman, berbagai prosedur itu bakal memengaruhi biaya umrah. Sebelum pandemi, biaya batas bawah minimal Rp 20 juta. Nah, ke depan biaya tersebut diprediksi meningkat. ’’Pasti ada kenaikan karena kan ada tambahan biaya selama pandemi. Termasuk, tes PCR ditanggung jamaah,’’ jelasnya.
Sejauh ini, berdasar kajian, Ditjen PHU akan menerapkan kebijakan umrah one gate policy. Untuk pemberangkatan tahap awal Desember nanti, semua jamaah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Skrining kesehatan pun dilakukan di Asrama Haji Jakarta.
Nah, terkait hal itu, Gatarman menyebut telah menyiapkan persiapan umrah bagi jamaah dari Surabaya. Karena jumlah jamaah umrah Surabaya dan Jatim cukup banyak, pihaknya meminta tambahan kuota untuk penerbangan Surabaya. Permintaan itu sudah disampaikan ke Ditjen PHU Kemenag RI. Sejauh ini, Kemenag Surabaya masih menunggu jawaban.
’’Kami usul agar Surabaya menjadi embarkasi pemberangkatan sendiri. Karena ini kan memengaruhi cost jamaah,’’ paparnya.
Kategori : Transportation | Redaksi : bahtera