Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bisnis pertambangan batu bara, PT RMK Energy, berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 875 juta saham baru atau setara 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Adapun, kisaran harga penawaran umum di rentang Rp 160 per saham sampai dengan Rp 230 per saham.
"Jumlah penawaran umum perdana saham ini adalah sebanyak-banyaknya Rp 201,25 miliar," ungkap manajemen RMK, dalam prospektus
Rencananya, dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan sebesar Rp 67,87 miliar untuk melunasi sebagian pembayaran upgrade conveyor line 2 dari single line menjadi double line, termasuk pembelian dan perakitan stacker conveyor kepada PT Rantaimulia Kencana dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama perseroan.
Lalu, senilai Rp 50 miliar akan digunakan untuk pelunasan pokok utang kepada PT Bintang Timur Kapital.
Sisanya, akan digunakan untuk modal kerja perseroan terutama untuk pembelian bahan bakar, pelumas, suku cadang, dan pemeliharaan.
Dalam IPO ini, perseroan menunjuk PT Indo Capital Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.
Masa penawaran awal akan berlangsung pada 10-15 November 2021. Kemudian, perkiraan tanggal efektif pada 26 November 2021.
Lalu, masa penawaran umum akan berlangsung pada 30 November sampai dengan 3 Desember 2021. Tanggal penjatahan saham diperkirakan pada 3 Desember 2021 dan pencatatan saham di BEI pada 7 Desember 2021 mendatang.
Kategori : Bisnis | Redaksi : bahtera